Jumaat, 04 Julai 2008 || 29 Jamadil Akhir 1429 Hijriah
BKM itu Haram!
Ditulis oleh Jatmiko   
Friday, 13 June 2008

BKM uang Haram!!

Jum’at, tanggal 13 Juni 2008 saya terkejut melihat antrian panjang menuju Puket III yaitu salah satu ruang lembaga di kampus saya, STMIK Amikom Yogyakarta. Saya mencoba bertanya pada salah satu temen seangkatan saya, “ada apa koq anri kayak gini gerangan?”, ternyata selidik punya selidik sedang antri untuk mendapatkan formulir beasiswa berupa bantuan khusus kepada mahasiswa dari pemerintah, yang sekarang lagi diperdebatkan yaitu BKM.”apa syarat nya?” tanya ku lagi pada temenku.”Gampang, tinggal minta formulir, isi, terus langsung deh fotokopi KTM dan beli materai”. Semudah itu, pikir saya. Tanpa berpikir panjang, langsung saja asya ikut antri ambil formulir, lumayan kan jika dapat, bisa buat uang saku.

Setelah, kurang lebih setengah jam, akhirnya saya dan beberapa temen saya mendapatkan formulirnya. Langsung aja kami ke koperasi sekolah beli materai, fotokopi KTM dan mengisi formulirnya. Walaupun mengharuskan tanda tangan dari orangtua/wali, yah itu sih masalah gampang, tinggal tandatangani aja sendiri. Setelah semuanya lengkap, termasuk tandatangan wali yang palsu, kami kembali lagi antri untuk mengembalikan formulirnya.Biasa, budayakan antri demi kemajuan bangsa. Antrian semakin panjang aja, maklum dari papan pengumuman kampus katanya yang mendapatkan beasiswa BKM itu junlahnya 900 an orang dengan masing-masing Rp 560.000; tiap orang. Nah antri dah selesai, terus cabut dah, terus keperpus ngobrol-ngobrol tentang BKM tadi.

 
SBY&JK Menyiksa Anak Kost
Ditulis oleh Jatmiko   
Friday, 30 May 2008

Buset, Lagi-lagi BBM melambungkan harga dirinya setinggi langit. Tertanggal 24 Mei 2008 kemarin, pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan BBM sebesar 30 persen. Dikarenakan harga minyak dunia yang sekarang mencapai lebih dari 1000 dollar per barrels pemerintah tak kuasa lagi untuk memberikan subsidi untuk BBM dinegara Indonesia tercinta ini. Walhasil, pemerintah pun akhirnya mengurangi subsidi dan menaikkan harga BBM dengan dalih untuk mengurangi RAPBN. Sebagai gantinya masyarakat golongan miskin yang dianggap perlu mendapatkan subsidi BBM diberikan BLT alias Bantuan Langsung Tunai bukan Bantuan Langsung Tawur...

Tapi pak SBY&JK, apakah itu membantu atau malah membuat mereka pingin gantung diri? Pasalnya bantuan yang cuma sebesar itu tidaklah sebanding dengan akibat yang ditimbulkan kenaikan BBM. Dan lagi, sekarang banyak masyarakat yang kurang mampu.Misalnya saya. Saya adalah anak kuliahan yang tinggal di Yogyakarta, tepatnya di Sleman. Dan orang tua saya tinggal di Pati, mereka berdua adalah seorang petani, tapi punya semangat luar biasa untuk menyekolahkan anaknya. Walaupun boleh dikatakan hidup keluarga kami dikatakan cukup karena bisa menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi, tapi sebenarnya itu salah.Karena untuk sekolah saya mereka banting tulang dan pergi kesana - kemari untuk pinjam uang. Dan akhirnya kami tidak menerima BLT itu, padahal kami juga membutuhkannya....

Yah, nggak papalah...Mungkin masih banyak keluarga lain yang lebih membutuhkan dari pada kami. Tapi gara-gara itu sekarang aya puas senin - kamis, karena kiriman uang bapak yang 200 ribu itu nggak cukup untuk makan sehari 2 kali selama satu bulan......

terakhir di update ( Friday, 30 May 2008 )
 
Kunci Hidup Sukses
Ditulis oleh Jatmiko   
Saturday, 20 May 2006
"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu..." (Q. S Ali Imran (3) : 160)

Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulainya ketika kita ingin segera diperjuangkan?

Tampaknya tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu menganggap dirinya orang sukses. Mungkin juga seseorang yang gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu, tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena, ia telah memilih dunia wirausaha, lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah, sehingga mewujudlah segala buah jerih payahnya itu dalam belasan perusahaan besar yang menguntungkan.

Seorang ayah dihari tuanya tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia, sementara anak anaknya telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidupnya ketika jutaan umat telah menjadi jamaahnya yang setia dan telah menjadikannya sebagai panutan, sementara pesantrennya selalu dipenuh sesaki ribuan santri.

Pendek kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi, dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik dirinya sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya?
 

Polling

Apakah kenaikan harga BBM akan membuat bangsa kita menjadi makmur?
 

Google Search

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6
mod_vvisit_counterKemarin10
mod_vvisit_counterMinggu ini46
mod_vvisit_counterBulan ini32
mod_vvisit_counterTotal273

Syndicate







Free Web Hosting